Permintaan Sewa Kantor di Segitiga Emas Jakarta Terus Menurun

Permintaan sewa kantor di wilayah segitiga emas Jakarta, terus menurun, di tengah suplai kantor yang cukup besar. Popularitas itu terjadi dalam waktu dua tahun akhir-akhir ini ini.

Demikian dinyatakan Direktur Riset Savills Indonesia, Anton Sitorus, membeberkan hasil riset yang dilaksanakan pihaknya pada Semester I 2018. Dia mengatakan, pasokan atau suplai ruang perkantoran telah banyak, melainkan permintaan yang ada dikala ini benar-benar minim.

“Sehingga, itu membikin tingkat hunian dari kantor yang ada itu menurun. Apabila rata-rata itu 2014, dapat menempuh 85 persen (tingkat huniannya), kini turun 75 persen.

Dengan menurunnya tingkat hunian, lanjut Anton, hal itu bahkan berpengaruh terhadap taktik usaha pemilik gedung yang satu per satu mulai berkompetisi untuk menurunkan harga sewanya, demi mempertahankan tenant-nya.

Tetapi, Anton mengatakan, penurunan harga sewa tak seketika membikin permintaan kembali naik. Alasan mendasarnya merupakan keadaan banyak perusahaan di tengah kondisi ekonomi RI dikala ini, belum sanggup mengerjakan ekspansi. Sehingga, keperluan akan ruang kantor cuma berada pada tingkatan yang sama.

Kecuali itu, Anton juga mengucapkan, ada sebagian perusahaan yang memastikan pindah dari wilayah segitiga emas atau Central Business District (CBD) di Jakarta, sebab berharap menekan tarif operasional yang cukup mahal.

“Apabila di dalam waktu yang normal, perbankan, asuransi, ia cukup tumbuh ya, ekspansinya. Tapi, akhir-akhir ini ini yang banyak mendonasi terhadap permintaan itu lebih perusaahan e-commerce kayak coworking space. Tapi, perusahaan asuransi, perbankan, mining, jasa keuangan, dalam dua tahun ini hampir tak ada yang ekspansi,” ujarnya.

“Lucunya, kini pun lebih besar permintaan di kawasan non CBD. Net take up-nya itu bila di CBD 25 ribuan meter persegi, di luar CBD net take up-nya 50 ribu meter per segi. Namun istilahnya net demand-nya lah,” sebutnya.

“Tetapi tingkat hunian, memang sama-sama turun. Di luar segitiga emas di Jakarta juga turun. Tapi, bila dari pertumbuhan harga sewa di CBD terjadi penurunan. Apabila di luar CBD di Jakarta, relatif flat,” tambahya.