Bangunan Yang Memiliki Ketinggian Dengan Damper

bangunan ketinggian

Damper adalah isolator atau peredam yang melindungi struktur dari guncangan. Teknologi ini lazimnya dipakai dalam transmisi, mesin kendaraan beroda empat, dan bangunan. Dalam dunia konstruksi, dipakai untuk mengendalikan pergerakan bangunan dengan mengurangi kecepatan dan jarak osilasi (goyangan) gedung dengan Wire Mesh.

Bangunan ini berdiri melambung setinggi 632 meter di tengah kota Shanghai. Dengan ketinggian ini, berada tingkat teratas gedung akan membikin siapa malah merasa pusing serta mual. Hal ini terjadi sebab goyangan yang diterima bangunan benar-benar pesat dan lebar. Untuk itulah damper dibutuhkan. Kecuali untuk mengurangi goyangan imbas gempa, struktur ini juga dapat membikin bangunan konsisten stabil dikala diterpa angin pesat.

Damper bangunan ini berlokasi pada komponen atas gedung, tepatnya di ketinggian 581 meter atau di lantai ke-126. Ragam damper yang dipakai merupakan Tuned Mass Damper (TMD). Metode ini mengaplikasikan alat yang serupa pendulum seberat 1.000 ton. Pendulum ini berfungsi mengurangi getaran mekanis. Alat ini akan membikin gedung lebih stabil dikala diterpa guncangan. Perangkat yang kapabel meningkatkan stabilitas gedung hal yang demikian, malah dibuka untuk awam.

Diinformasikan dari China Daily, Qian Feng, teknisi senior di Shanghai Research Institute of Materials dan pimpinan desainer dari cara pembuatan damper mengatakan struktur ini terbuat dari 12 kabel baja. Feng menambahkan, damper di Shanghai Tower berprofesi secara otomatis layaknya jarum jam dengan simpangan sejauh dua meter ke seluruh arah. Metode damping yang dipakai membikin penghuni di dalamnya tak menikmati gerakan apa saja dikala terjadi guncangan. Shanghai Tower adalah bangunan kedua tertinggi sesudah Burj Khalifa.

Gedung ini mempunyai sebagian fasilitas pendorong seperti elevator tercepat di dunia yang kapabel berjalan dengan kecepatan 18 meter per detik. Dengan kecepatan ini, pengunjung kapabel menempuh puncak tertinggi gedung dari lantai terbawah dengan waktu 55 detik saja.

Berdasarkan data Council of Tall Building and Urban Habitat, dari 50 gedung dengan damper yang disurvei, sebanyak 4 persen bangunan hotel mengaplikasikan struktur ini. Meski prosentase bangunan perkantoran dengan damper sebesar 22 persen, dan bangunan hunian sebesar 26 persen. Sisanya, sebesar 48 persen adalah gedung yang dipakai untuk bermacam kebutuhan. Berdasarkan data ini, cuma 30 persen dari 20 gedung pencakar langit di dunia yang mengaplikasikan teknologi damper untuk mengurangi guncangan.

 

 

Kunjungi Juga : Plat Bordes