Ini Macam-Macam Kepala Sekolah di Indonesia

Berikut ini yakni sebagian jenis kepala sekolah :

Kepala Sekolah ASNANG (Asal Yayasan Gembira) :

Umumnya jenis kepala sekolah ini paling piawai membangun pencitraan diri terhadap yayasan. Variasi kepala sekolah ini akan memfasilitasi apa saja keperluan yayasan bagaimanapun caranya, yang penting dimata yayasan ia yang terbaik. Tujuannya tentu untuk mempertahan jabatan kepsek selama-lamanya. Yang seram pada kenyataan justru sama guru-gurunya tak care dan inspirasi-inspirasi program bahkan timbul dari wakilnya, namun diakui terhadap yayasan sebagai inspirasi kreatif yang dia buat.

Kepala Sekolah FOLLOWERS :

Variasi kepala sekolah ini diangkat bukan sebab kualitasnya, dapat jadi sebab kedekatan dengan para pengambil kebijakan dalam institusi atau yayasan. Sehingga dikala jadi kepala sekolah nyaris Nol inspirasi-inspirasi yang dikeluarkannya. selama kepemimpinannya jenis kepsek seperti ini lebih banyak mengerjakan apa yang telah dijalankan kepsek dimasa lalu. Variasi kepala sekolah seperti umumnya gak ingin ribet, mengerjakan sekolah apa adanya, yang penting siswa banyak. Nah yang diuntungkan yakni gurunya, umumnya dalam situasi sulit kebijakan ia terlalu longgar sama guru-gurunya.

cek juga ya : international school di jakarta selatan

Kepala Sekolah ASTANG (Asal Datang) :

Variasi sekolah seperti ini umumnya terjadi pada institusi yang tak mempunyai manajemen pengelolaan sekolah yang bagus sehingga tak peduli kepsek yang dipilihnya ingin seperti apa yang penting sekolah konsisten jalan dan pemasukan uang ke yayasan konsisten mengalir. Semacam juga mungkin dibeberapa sekolah negeri yang tak terpantau oleh dinas pengajaran. Bagin kepsek seperti ini yang penting setor muka agak siang dikit kemudian pulang. Jangan tanya soal peningkatan mutu sekolah, semuanya diserahkan terhadap tangan kanan yang jadi kepercayaannya selama ia tak ada disekolah.

Kepala Sekolah CAPUB (Cari Proyek Uang Buku) :

Mungkin juga ia jadi kepala sekolah sebab ngasih amplop. Variasi kepala sekolah seperti paling berbahagia sekali berkasih-kasihan dengan para penerbit buku, berbahagia berdialog seputar presentase bagi hasil. Sama guru sih kadang-kadang rajin nraktir makan, namun rupanya bukan dari uang pribadi bahkan dari uang buku. Umumnya pencitraan, yang penting guru kekenyangan tak mengutak-ngatik alokasi presentasenya. Perhatian pada pengelolaan sekolah cukup bagus namun yang penyakit itu tuh berbahagia berkasih-kasihan dengan penerbit atau pihak lain yang dapat menguntungkan pribadinya.

cek juga ya : sekolah kristen

Kepala Sekolah GILA :

Ini kepala sekolah yang rada-rada aneh, si kecil kini sering kali menyebutnya antimainstream, tipenya tak lebay, kadang orang capek dibuatnya. Variasi kepala sekolah seperti ini menyenangi membikin wakil dan gurunya ngos-ngosan dibuatnya, sebab inspirasi-inspirasi edannya dalam mengoptimalkan sekolah yang melampaui kapasitas kecakapan warga sekolahnya. Malah kadang sekali-kali berseteru dengan pihak yayasan, sebab melaksanakan kenekatan dalam membikin inspirasi-inspirasi yang tak lazim. Secara lazim umumnya jenis sekolah yang dimpimpin oleh kepala sekolah ini akan sukses berkembang. Perhatian sama gurunya lebih berbahagia pada peningakatan mutu guru atau training-training dibanding acara seremonial atau hura-hura. Komunikasi dengan wali murid sungguh-sungguh bagus dan sama siswa juga dekat. Tegas dalam menanamkan poin-poin budi pekerti dan kedisiplinan. Kelemahannya kadang ego dengan kapasitas dirinya tanpa melihat kecakapan bawahannya.

Kepala Sekolah BBL (Lazim-lazim aja lah) :

Inilah kepala sekolah paling lazim yang kita temui. Kepala sekolah yang tak ingin terlalu neko-neko. Yang penting sekolah berjalan dengan lancar, siswa konsisten ada yang masuk. Dengan yayasan tak juga terlalu dekat yang penting menjaga silaturahim. Pelatihan guru yang penting ada setahun sekali, itupun berulang-ulang cuma pelatihan kurikulum, membikin RPP,Silabus,KKM dan yang lainnya. Suasana sekolah tak terlalu agresip berjalan normal-normal aja. Kelebihan kepala sekolah seperti ini tak banyak berkonplik dengan orang, sebab ke engganannya menghasilkan inspirasi-inspirasi baru malahan cenderung menghindari konplik-konplik. Kelemahannya sekolah tak akan dapat berkembang dengan bagus.

lebih lengkapnya disini ya : international schools in jakarta