Pemerintah Kota Depok Hanya Punya 2 Pompa Air untuk Menghadapi Musim Hujan

pompa air

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, Pemkot Depok cuma mempunyai dua pompa sedot air untuk mengantisipasi banjir di musim hujan yang sedang berlangsung.

Ketika ditanya apakah jumlah hal yang demikian mencukupi untuk mengantisipasi banjir di 11 Kecamatan yang kedalaman airnya tidak bisa diprediksi, ia mengaku jumlah pompa air milik Pemkot Depok dinilai kurang.

“Jika pompa umumnya kita gunakan dikala tertentu saja, ada satu atau dua pompa. Untuk 11 Kecamatan yang ada di Depok jumlahnya kurang,” kata Pradi dikala dijumpai wartawan di kantor KPUD Depok, Selasa (13/11/2018) lalu.

Seputar antisipasi banjir, Pradi menuturkan sudah menyiagakan regu yang menolong penanganan banjir dan longsor yang siap dikerahkan kapan saja.

Sementara guna mensiasati kurangnya jumlah Regu Satgas Banjir yang berjumlah 130 orang, Pemkot Depok mengerahkan personel dari dua bidang Dinas PUPR Depok merupakan Bidang Jalan dan Jembatan, dan Jalan Lingkungan.

Kecuali itu personel Tagana dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok untuk menolong personel Regu Satgas Banjir Bidang SDA Dinas PUPR Kota Depok.

“Jadi petugas PU bidang lain ditarik ke regu Satgas. Jika bicara per Kecamatan tak bicara per Kecamatan, sebab kita bicara global se-Kota Depok. Nanti juga Tagana dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok ikut serta menolong,” ujarnya.

Ketika disinggung soal anggaran yang dimiliki Pemkot Depok untuk mengantisipasi banjir dan longsor yang terjadi selama musim hujan.

Ketua DPC Partai Gerindra ini menerangkan Pemkot Depok telah menganggarkan dana, tapi ia tidak mengingat pasti berapa jumlahnya.

“Pasti ada. Pastinya anggaran aku tak hafal. Aku tak ingin berandai-andai, jika untuk cadangan memang dapat kita optimalkan di atas Rp 1 miliar,” tuturnya.

 

Baca Juga: Ecommerce ini jual alat teknik dengan kualitas terbaik dan juga murah