Lampu Air Garam Karya Anak Bangsa Ini Sukses Dilirik Negara Lain

Lampu Air Garam Karya Anak Bangsa Ini Sukses Dilirik Negara Lain

Dengan motivasi memajukan tenaga baru terbarukan (EBT), Muhamad Reza Syahputra cakap mengoptimalkan bisnis dengan produk lampu air garam. Produknya dapat menjadi solusi untuk penerangan yang ramah lingkungan.

Via bendera PT Hafi Tenaga Indonesia, Reza mematenkan produk lampu air garamnya. Perusahaannya menjadi pemegang hak paten industri dan teknologi produk yang mempunyai kandungan produk lokal sekitar 80% itu.

Baca Juga: sewa lighting

“Ini lampu yang cuma menerapkan air garam atau air laut. Sehingga tak mengandung bahan-bahan membahayakan, tak menerapkan baterai, bensin dan lainnya,” ujarnya terhadap detikFinance, Selasa (30/10/2018) lalu.

Metode kerja dari lampunya cukup gampang, cukup mencampurkan air dengan 2 sendok garam di usul melewati lubang yang tersedia. Lampu berimbang 25 watt itu malah dapat menyala sampai 12 jam non berhenti. Sementara bila menerapkan magnesium metal rod lampunya dapat bertahan sampai 120 jam.

“Desain yang kami pakai seperti petromak, tetapi kami buat desainnya lebih modern,” tambahnya.

Penemu dari lampu air garam itu yakni ayahnya bersama regu. Sesudah melewati riset, akibatnya Reza yang juga adalah member HIPMI Jaya meneruskan penemuan kreatif ayahnya itu dengan mencoba untuk diproduksi secara masal yang baru diawali satu tahun yang lalu.

Dengan modal yang tak sedikit, Reza mendirikan pabrik rumahan di Bojong Kulur, Bogor. Pabriknya itu dapat memproduksi sampai 15 ribu lampu air garam.

Sampai dikala ini pembelinya masih dari instansi yang kebanyakan adalah instansi pemerintahan. Produknya memang pantas untuk menjadi bahan kesibukan sosial untuk dibagikan ke masyarakat-masyarakat tempat terpencil yang masih kesusahan listrik.

Walaupun semacam itu jumlah pengorderannya tak sedikit. Satu instansi pemerintahan dapat mengorder sampai 2.000 lampu. Kendati masih merahasiakan harga produknya sebab masih produksi layak orderan, melainkan ia menyuarakan per satu orderan dapat menempuh miliaran rupiah.

Produknya juga telah sempat diekspor. Pertama kali ekspor untuk kesibukan sosial di Rohingya, Myanmar sebanyak 200 buah. Ia juga sempat mengirimkan produknya untuk korban musibah di Palu melewati HIPMI Jaya Peduli.

Tetapi dikala ini ia mulai menerima orderan dari sebagian negara seperti Libia, Nigeria, Chili, dan Papua Nugini. Produknya dianggap pantas untuk negara-negara yang juga masih kesusahan listrik.

Ke depan pihaknya akan membikin produk lampu air garam yang lebih murah. Produk itu rencananya akan dipasarkan secara ritel.

Sayangnya Reza masih merahasiakan omzetnya. Tetapi bisnisnya itu tentu dapat menjadi pandangan baru bahwa penemuan kreatif apa saja dapat menjadi kans bisnis yang menguntungkan.

 

Sumber: http://sewalightingjkt.blogspot.com/